Kegiatan 3: Pengembangan intervensi pendidikan interaktif

1. Workshop pengembangan materi pembelajaran

 Tujuan:

Workhop ini bertujuan untuk mengembangkan bahan pembelajaran bagi rumah sakit sesuai dengan pedoman TB nasional, khususnya  pedoman perawatan TB rumah sakit dan clinical pathways.

Program Kegiatan

  • Workshop dua hari
  • Workshop ini akan dilakukan di Yogyakarta, yang melibatkan tiga rumah sakit ditambah mencari fasilitator dari Subdit TB Kemenkes, dan difasilitasi oleh tim peneliti.
  • Tim peneliti akan mencakup skenario kasus kasus TB di rumah sakit sebagai pemicu belajar. Pedoman akan diterbitkan dalam buku cetak dan e-book.

 Peserta:          

  • Perwakilan dari Subdit TB Kemenkes
  • Perwakilan Kelompok Kerja PPM TB
  • Dokter yang menangani kasus-kasus TB, Komite Medis dan Tim DOTS dari tiga rumah sakit.

2. Workshop untuk mengembangkan materi edukasi interaktif video

Tujuan :

Workshop ini bertujuan untuk memberikan masukan untuk mengembangkan video sebagai salah satu bahan pembelajaran bagi kasus TB di rumah  sakit.

Program Kegiatan:

  • Lokakarya dua hari
  • Workshop ini merupakan bagian dari workshop berturut-turut untuk mengembangkan materi pembelajaran TB, akan dilakukan di Jakarta dan difasilitasi oleh tim peneliti.
  • Memberikan garis besar untuk mengembangkan video yang akan didasarkan pada kasus rumah sakit tentang praktek terbaik layanan TB dan manajemen pengobatan dan workshop akan menghasilkan masukan untuk video (misalnya skenario kasus TB yang sesuai, durasi video, pesan untuk audiens yang ditargetkan, dll )

 Peserta

  • Perwakilan dari Subdit TB Kemenkes
  • Perwakilan Kelompok Kerja PPM TB
  • Dokter yang menangani kasus-kasus TB, Komite Medis dan Tim DOTS dari tiga rumah sakit berpartisipasi

 icon-reportase Laporan Kegiatan

1. Proses Produksi

  • Pembuatan lima video pendidikan TB Paru, Childhood TB, TB Ekstra Paru, TB Kategori 2 dan TB MDR.
  • Memproduksi e-book dan video sebagai model materi pembelajaran TB berdasarkan hasil lokakarya materi pembelajaran dan pengembangan video.
  • Produksi e-book dan video akan diserahkan kepada pihak ketiga yang memiliki keahlian e-book dan pengambilan video dan diawasi oleh tim peneliti.

2. Proses intervensi melalui metodologi blended learning

  • Pengembangan materi pembelajaran (e-book dan video) akan dilaksanakan sebagai alat yang digunakan pada proses intervensi.
  • Proses intervensi akan menggunakan metodologi blended learning yang merupakan kombinasi metode kelas dan e-learning.
  • Workshop yang bertujuan mentransfer Pedoman TB Nasional, pedoman perawatan TB khusus rumah sakit dan informasi Clinical Pathway yang dikemas dalam materi pembelajaran, yang akan dilakukan di tiga rumah sakit dengan peserta dari dokter yang menangani kasus-kasus TB dan Tim DOTS.
  •  Workshop akan disediakan juga dalam mode live streaming sehingga rumah sakit lain yang tidak terlibat dalam kegiatan ini juga bisa bergabung dan belajar dengan mengikuti workshop secara live atau recorded.

    Sebuah situs web untuk proses belajar ini akan dikembangkan sebagai bagian dari metode blended learning.

 

Trackback from your site.

Leave a comment