Proposal Penelitian

Exploring the readiness for the implementation of Direct Observed Treatment of Multidrug Resistant Tuberculosis in primary care setting

(REd DOT Project)

 

 

 

 

 

 

Ari Probandari, Sampir Widayati, Hary Agus Sanjoto

 

 

 

 

PROPOSAL

RISET IMPLEMENTASI

 

 

Eksplorasi hambatan kesiapan implementasi Pengawasan Langsung Menelan Obat pada Pasien Tuberkulosis Resisten Obat di Puskesmas

Exploring the readiness for the implementation of Direct Observed Treatment of Multidrug Resistant Tuberculosis in primary care setting (REd DOT Project).

Ari Probandari, Sampir Widayati, Hary Agus Sanjoto

 

  1. Latar Belakang

Masalah Tuberkulosis Resisten Obat (Multidrug Resistan Tuberkulosis/MDR-TB) di Indonesia hingga sekarang masih menjadi tantangan dalam upaya meminimalkan peningkatan dan penyembuhan kasus. Sebagai negara dengan kasus TB yang tinggi, Indonesia merupakan salah satu dari 27 negara dengan beban MDR-TB yang tinggi secara global. Diperkirakan kasus MDR-TB baru sebanyak 5.600 dan 1.100 kasus sedang menjalankan terapi MDR-TB. Secara khusus, tantangan kepatuhan pasien dalam pengobatan MDR-TB masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Oleh karena itu, DOT MDR-TB di fasilitas kesehatan terdekat, yaitu puskesmas merupakan upaya yang akan terus dilakukan dan terus ditingkatkan.

Analisis sistematis menyimpulkan bahwa Pengawasan Langsung Menelan Obat (Direct Observed Treatment/DOT) untuk kasus MDR-TB sangat efektif dalam menyembuhkan pasien, dengan kombinasi pendampingan pasien oleh keluarga dan atau oleh penyedia layanan kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Provinsi Yogyakarta telah melaksanakan DOT di fase pengobatan lanjutan untuk kasus MDR-TB di Puskesmas sejak 2014. Setelah dua tahun pelaksanaan, ada 7 puskesmas yang telah melakukan pelayanan pengobatan lanjutan untuk DOT MDR-TB, dari 27 Puskesmas yang ada. Mungkin ada staf Puskesmas yang belum percaya diri untuk melaksanakan DOT MDR-TB. Selain itu, kesiapan fasilitas terutama untuk menerapkan pengendalian infeksi perlu untuk ditindak lanjuti (Dinas Kesehatan Provinsi DIY, tidak dipublikasikan).

  1. Tujuan Umum

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesiapan pelaksanaan layanan DOT untuk kasus MDR-TB di Puskesmas.

Tujuan khusus dari penelitian ini adalah:

  1. Untuk menilai kesiapan organisasi untuk melaksanakan DOT untuk kasus MDR-TB di Puskesmas;
  2. Untuk menilai kesiapan individu untuk melaksanakan DOT untuk kasus MDR-TB di Puskesmas;

 

  1. Tempat Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan di 27 puskesmas di wilayah Kabupaten Bantul dan 1 rumah sakit rujukan yaitu RSUP Dr. Sardjito. Selain itu data data tentang pelayanan DOT MDR-TB juga akan kami kumpulkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dan Dinas Kesehatan Provinsi Yogyakarta.

  1. Metode Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan di Kabupaten Bantul, Provinsi Yogyakarta. Desain penelitian ini menggunakan mix-metode, dengan menggabungkan hasil survey dengan metode kuantitaf dan kulitatif. Survey kuantitatif akan dilakukan pada 150 staf Puskesmas. Sedangkan metode penelitian kualitatif akan berlaku dengan cara wawancara mendalam (dengan 30 staf Puskesmas, 3 staf di rumah sakit rujukan, 17 kepala Puskesmas dan 3 manajer Program TB di Tingkat Kabupaten dan Provinsi). Selain itu penelitian ini juga akan melakukan review dokumen dan observasi pada fasitas pelayanan di Puskesmas khususnya kelengkapan infection control.

  1. Kerangka Pendekatan

 

Kerangka pendekatan ini diadaptasi dari :

Sharma SV, Upadhyana M, Schober DJ, Byrd-Williams C. A conceptual framework for organizational readiness to implement nutrition and physical activity programs in early childhood education settings. Preventing Chronic Diseases 2014; 11: 140166. DOI: http://dx.doi.org/10.5888/pcd11.140166.

  1. Tim Penelitian dan Tugas


Personil

Deskripsi Tugas

Ari Probandari (AP)

Principal Investigator (PI), mengorganisasi seluruh kegiatan penelitian

Sampir Widayati (SW)

Co PI 1. Mengkoordinasi Survey di seluruh Puskesmas di Kabupaten Bantul dan Analisis data kuantitatif.

Hary Sanjoto (HS)

Co PI 2. Menjalankan pengumpulan data kualitatif, dan analisis data kualitatif

Admnistrator

Menyiapkan keperluan administratif kegiatan.

 

  1. Jadual Kegiatan

Kegiatan

Bulan

Penanggung Jawab

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

1. Persiapan

X

 

 

 

 

 

 

 

 

 

AP

2. Pengumpulan data

 

X

X

X

X

X

X

X

 

 

SW,  HS

3. Analisis data

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.1. Data kuantitatif

 

 

X

 

 

 

 

 

 

 

SW

3.2. Data kualitatif

 

 

X

X

X

X

X

X

 

 

AP, HS

4. Diseminasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

HS

4.1. Workshop awal

X

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SW

4.2. Pertemuan konsultasi

 

 

X

 

X

 

X

 

X

 

SW

4.3. Seminar hasil

 

 

 

 

 

 

 

 

X

 

HS

5. Penulisan laporan

 

 

 

 

 

 

 

 

X

 

AP, SW,HS

6. Laporan akhir dan policy brief

 

 

 

 

 

 

 

 

 

X

AP, SW, HS

 

  1. Referensi
  2. District Health Office of Bantul. District Health Profile 2016 (Profil Kesehatan 2016). 2016.
  3. Marais BJ. Impact of Tuberculosis on Maternal and Child Health. J Infect Dis. 2011; 203(3): 304-305.
  4. Global Tuberculosis Report 2015. 20thEdition. WHO, Geneva.
  5. Yin J, Yuan J, Hu Y, Wei X. Association between Directly Observed Therapy and Treatment Outcomes in Multidrug-Resistant Tuberculosis: A Systematic Review and Meta Analysis. PLos One. 2016; 11(3):e0150511.
  6. Sharma SV, Upadhyana M, Schober DJ, Byrd-Williams C. A conceptual framework for organizational readiness to implement nutrition and physical activity programs in early childhood education settings. Preventing Chronic Diseases 2014; 11: DOI: http://dx.doi.org/10.5888/pcd11.140166.
  7. Graneheim UH, Lundman B. Qualitative content analysis in nursing research: concepts, procedures and measures to achieve trustworthiness. Nurse Education Today. 2004; 24:105-112.
  8. Hsieh HF, Shannon SE. Three approaches to qualitative content analysis. Qualitative Health Research 2005; 15: 1277-1287.
  9. CT Services and System Development and Division of Epidemiology and Global Health (2013). OpenCode 3.4. Umeå: Umeå University; 2013. Available from: http://www.phmed.umu.se/enheter/epidemiologi/forskning/open-code/ (cited 2016 Sept 27).